Pengendalian
Dan
Sistem Informasi Akuntansi

Iffa Mashfufah
30108987
3db07

Tugas:
Sistem Informasi Akuntansi

Pembukaan

Dalam setiap perusahaan dagang yang paling penting adalah bagaimana proses mengelolapersediannya baik perencanannya maupun pengendaliannya. Dengan membuat perencanaan bsrsng dagangan yang baik, akan sangat membantu masyrakat atau konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Untuk itu, pengendalian atas persediaan akan sangat membantu perusahaan mencegah terjadinya kesalahan dalam penaganan persediaan. Hal ini sangat ditunjang oleh sistem informasi akuntansi perusahaan tersebut terutama fungsi pencatatan dan penilaian persediaanya.
Dalam suatu informasi akuntansi terkadang unsur-unsur pengendalian, maka baik buruknya sistem informasi akutansi sangat mempengaruhi fungsi manajemen dalam melakukan pengendalian internal, karena informasiyang dihasilkan akan dijadikan salah satu dasar dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi

Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Ancaman-ancaman
• Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :
• Kebakaran atau panas yang berlebihan
• Banjir, gempa bumi
• Badai angin, dan perang
• Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :
• Kegagalan hardware
• Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.
• Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.
• Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :
• Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia
• Kesalahan tidak disengaja karen teledor
• Kehilangan atau salah meletakkan
• Kesalahan logika
• Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan
• Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :
• sabotase
• Penipuan komputer
• Penggelapan

Lingkungan Pengendalian
• Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini :
1 Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
1 Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
1 Struktur organisasional
1 Badan audit dewan komisaris
1 Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
1 Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia
1 Pengaruh-pengaruh eksternal

• Secara umum, prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :
1 Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
1 Pemisahan tugas
1 Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
1 Penjagaan aset dan catatan yang memadai
1 Pemeriksaan independen atas kinerja

Penilaian Resiko
• Perusahaan menghadapi jenis-jenis ancaman berikut ini :
• strategis melakukan hal yang salah
• Operasional melakukan hal yang benar, tetapi dengan cara yang salah
• Keuangan adanya kerugian sumber daya keuangan, pemborosan, pencurian atau pembuatan kewajiban yang tidak tepat
• informasi menerima informasi yang salah atau tidak relevan, sistem yang tidak andal, dan laporan yang tidak benar atau menyesatkan
• Perusahaan yang menerapkan sistem EDI harus mengidentifikasi ancaman-ancaman yang akan dihadapi oleh sistem tersebut, taitu :
• Pemilihan teknologi yang tidak sesuai
• Akses sistem yang tidak diotorisasi
• Penyadapan transmisi data
• Hilangnya integritas data
5 Transaksi yang tidak lengkap
6 Kegagalan sistem
7 Sistem yang tidak kompatibel

Beberapa ancaman menunjukkan resiko yang lebih besar karena probabilitas kemunculannya lebih besar, misalnya :
• Perusahaan lebih mungkin menjadi korban penipuan komputer daripada serangan teroris
• Resiko dan penyingkapan harus diperhitungkan bersama-sama

Penutup

Dengan adanya system informasi akuntansi yang memadai diharapkan dapat menghasilkan informasi yang baik dan mutakhir sesuai dengan keperluan, sehingga berguna bagi manajemen untuk menetapkan kebijakan yang dianggap perlu bagi perusahaannya. Semakin baik para pelaksana sebuah system yang ditunjang adanya sumber-sumber modal yang memadai akan semakin baik pula informasi yang dihasilkan dengan validitas yang cukup dipercaya.