Dalam upaya meningkatkan kemakmuran bangsa, patut disimak peringatan Task Force on Teaching as a Profesion on the Carnagie Forum on Education and Economy dalam Sofiah (2004) bahwa dalam usaha kemajuan suatu bangsa harus sepenuhnya menyadari adanya dua kebenaran yang fundamental, yaitu:

a) keberhasilan usaha mencapai kemajuan tergantung pada keberhasilan menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik daripada sebelumnya dan

b) kunci keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan tergantung pada keberhasilan mempersiapkan dan menciptakan guru-guru yang profesional yang memiliki kekuatan dan tanggung jawab yang baru untuk merencanakan sekolah masa depan.

Dalam kaitannya dengan kebenaran keberhasilan usaha menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik daripada sebelumnya, pendidikan kita harus mempu menghasilkan sumberdaya manusia yang lebih berkualitas, yaitu membentuk manusia yang produktif, efisien, dan memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam kehidupan global. Untuk itu harus ada perubahan paradigma pendidikan. Paradigma pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru karena informasi terkini seharusnya mengalir kepada siswa atas kerja keras yang dilakukannya walaupun harus diakui bahwa berbagai media modern terbuka pula bagi siswa yang mampu. Memang harus diakui dalam maraknya arus informasi saat ini. Guru bukan satu-satunya sumber infomasi, tetapi ini tidak berarti bahwa guru tidak berperan lagi, guru masih diperlukan untuk memberikan sentuhan-sentuhan psikologis dan edukatif terhadap anak didik.

Dengan adanya perubahan paradigma tersebut maka diperlukan kesediaan guru yang profesional yang dapat memenuhi tuntutan masyarakat pada zamannya. Dalam kaitan mempersiapkan guru yang profesional di masa depan, dunia pendidikan Indonesia dewasa ini dihadapkan pada persoalan bagaimana meningkatkan kualitas sekitar 2 juta guru yang sekarang ini bertugas di sekolah. Oleh karena itu, guru-guru yang sudah ada secara bertahap ditingkatkan profesionalismenya agar siap menjawab tantangan zaman.
Keadaan guru di Indonesia amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, dan melakukan pengabdian masyarakat.

Padahal, guru merupakan faktor kunci sukses dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah. Guru memegang peranan strategis dalam kerangka pengembangan SDM, karena pembangunan pendidikan nasional tidak terpisahkan dari perubahan-perubahan yang berlangsung di dalam kelas. Perubahan-perubahan dan kecenderungan-kecenderungan itu lebih banyak berlangsung karena adanya interaksi guru dan siswa di dalam kelas. Guru adalah profesi yang memegang peranan sentral dalam menentukan generasi penerus bangsa ini, tanpa meningkatkan mutu guru, pekerjaan membentuk SDM yang kompetitif dan handal akan sia-sia. Oleh karena itu sudah sepantasnya upaya-upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru didukung oleh semua pihak, sebagaimana keinginan pemerintah Indonesia tentang guru yang profesional sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, bab IV pasal 8 disebutkan bahwa guru yang berkualitas dan bermutu atau disebut sebagai guru profesional jika memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Pelaksanaan dilandasi oleh sebuah pemikiran bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi internet seperti saat ini, sudah saatnya guru mengoptimalkan fungsi internet sebagai media virtual yang mampu menunjang aktivitas dan budaya menulis yang sangat besar manfaatnya dalam upaya mengembangkan profesionalisme guru. Ini berarti, blog dapat dijadikan sebagai media sekaligus sumber belajar yang interaktif, aktif, inovatif, kreatif, efektif, menarik, dan menyenangkan.

Akan tetapi, kenyataan menunjukkan masih banyak guru yang belum memanfaatkan blog sebagai media untuk mengembangkan aktivitas dan budaya menulis. Wilayah tugas dan kinerja guru semata-mata hanya dibatasi empat dinding ruang kelas sehingga belum mampu memberikan inspirasi kepada siswa didiknya untuk menjadi generasi masa depan yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual. Dan dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan profesionalitas guru dan eksistensi organisasi, serta menyosialisasikan pentingnya pemanfaatan blog sebagai media untuk mengabadikan dan memublikasikan pemikiran-pemikiran kritis, cerdas, dan kreatif. Adapun tujuan workshop, di antaranya: (1) mengembangkan kompetensi profesional guru dengan memanfaatkan blog sebagai media untuk mengembangkan aktivitas dan budaya menulis; (2) menambah informasi dan memperluas wawasan keilmuan para guru tentang media virtual sehingga dapat digunakan sebagai media ekspresi dan aktualisasi diri sesuai bidang keahliannya; (3) membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru melalui blog sehingga guru dapat berkiprah dalam meningkatkan kualitas pendidikan; dan (4) mengeksiskan organisasi.